Pasar tradisional Pasa Ateh kembali beroperasi setelah diresmikan oleh Pemerintah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melalui John Wempi Wetipo selaku Wakil Menteri PUPR secara online pada Kamis (18/6).

Sebenarnya, peresmian pasar yang menjadi kebanggan masyarakat , Sumbar tersebut akan dilakukan langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo dan Menteri PUPR, Basuki Hadimuldjono. Karena ada kesibukan, maka diwakili oleh Wamen PUPR.

Pada peresmian tersebut, disaksikan oleh Pimpinan Komisi V DPR RI, , Walikota Bukittinggi, Wakil Walikota Bukittinggi, unsur Forkopimda, Kepala SKPD, Ninik Mamak dan masyarakat Bukittinggi.

Menyikapi hal tersebut, Irwan Prayitno menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan yang telah memberikan perhatian khusus terhadap Pasa Ateh tersebut.

“Pasar ini suatu kebanggaan bagi masyarakat Minangkabau khususnya bagi warga Bukittingi yang selalu ramai dikunjungi masyarakat, selain itu juga menjadi pusat grosir terbesar di Sumatera,” kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.

Pasa Ateh Bukittinggi sudah selesai dibangun pada akhir 2019 silam dan dinantikan oleh para pedagang dan masyarakat beroperasi.

“Masyarakat pasti senang dengan dibukanya pusat perbelanjaan Pasa Ateh ini. Tidak lengkap bagi para wisatawan yang berkunjung ke Sumbar untuk mengunjungi Bukittinggi. Dan tidak lengkap ke Bukittinggi kalau tidak ke Pasa Ateh,” ungkap Gubernur.

Lebih lanjut, Gubernur Sumbar mengingatkan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan kepada para pedagang dan pengunjung, agar selalu mengikuti protokol yang berlaku.

Sementara itu, Wamen PUPR, John Wempi Wetipo, menyampaikan, Pasa Ateh menjadi tonggak penggerak masyarakat Kota Bukittinggi dan memiliki sejarah yang cukup panjang.

“Sejak terjadinya musibah kebakaran pada Oktober 2017 lalu. Kementrian PUPR mendapat instruksi dari mantan Wapres untuk kembali, dengan tema ramah lingkungan dan modern,” jelas Wamen PUPR, Wempi.

Wamen PUPR, Wempi mengingatkan, pedagang nantinya wajib menjalankan protokol , agar pasar tidak menjadi episentrum penyebaran wabah tersebut. Wamen PUPR, Wempi juga apresiasi terhadap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar dan Pemerintah Kota Bukittinggi yang konsentrasi mengawal pembangunan Pasa Ateh. Selamat beraktifitas di Pasa Ateh.

Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi menyebutkan, bahwa Pasa Ateh yang baru, dibangun dengan konsep green building dengan luas 3,9 hektare. Gedung megah berlantai empat termasuk basement dengan tinggi total 18,4 meter. Gedung ini dirancang ramah lingkungan dan mampu menampung lebih dari 800 toko. Biaya pembanguna gedung tersebut sebesar Rp. 292 miliar.

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan dari pemerintah pusat sehingga Pasa Ateh dapat kembali berdiri kokoh di pusat kota dan desainnya pun menyatu dengan ikon Bukittinggi, yakni Jam Gadang.

Wako Bukittinggi, Ramlan menambahkan, dengan adanya Pasa Ateh, masyarakat dapat digerakkan kembali, apalagi setelah ditimpa musibah .

No tags for this post.

Related posts